ANTARA HERMENEUTIKA DAN TAFSIR DALAM MENDALAMI MAKNA AL-QURAN
Abstract
Hermeneutika sebagai suatu bentuk interpretasi ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: objektif, subjektif, dan pembebasan. 1). Tujuan hermeneutika berarti upaya untuk menafsirkan dan memahami makna teks sebagai penulis (author) 2). Hermeneutika subyektif; berarti upaya untuk menafsirkan dan memahami makna teks berdasarkan konteks sosial saat ini tanpa pertimbangan dari apa yang dimaksud oleh penulis. 3). Hermeneutika pembebasan; berarti upaya untuk menafsirkan dan memahami makna teks berdasarkan semangat keadaan dan mencoba untuk membuat hasil interpretasi dalam spirit untuk mengubah kehidupan secara sinergis antara penafsir dan pembaca. Akan tetapi dalam perspektif Islam, tujuan hermeneutika tidak dapat disandingkan dengan tafsir bi al-ma’tsur, dan hermeneutika subyektif tidak dapat disejajarkan dengan tafsir bi al-ra’y. Namun, wacana hermeneutis telah memberikan kontribusi banyak untuk menumbuhkembangkan nalar interpretasi, sehingga dapat muncul hermeneutika pembebasan. Ini adalah bentuk penetrasi baru. Jika diterapkan dalam Islam, penafsiran lebih banyak memberikan pemahaman terhadap makna teks al-Quran sebagai sarana Tuhan atau berdasarkan pada konteks, namun juga upaya bagaimana membuat hasil interpretasi menjadi relevan bagi setiap muslim untuk mengubah tatanan masyarakat mereka menjadi lebih baik dan yang terbaik.





