PENAFSIRAN AYAT-AYAT RIBA DALAM TINJAUAN TAHAPAN-TAHAPAN TURUNNYA
Abstract
Artikel ini membahas tentang penafsiran ayat-ayat riba berdasarkan tahapan-tahapan turunnya. Riba diharamkan secara bertahap dalam 4 surah dari al-Qur’an. Secara kronologis historis. Ayat yang pertama turun adalah di surah al-RÅ«m: 39 kemudian al-NisÄ’: 161, al-ImrÄn: 130, dan al-Baqarah dalam 4 ayat: 275, 276, 278 dan 279. Dalam ayat pertama, yaitu al-RÅ«m: 39 yang dimaksud dengan riba adalah hadiah yang diberikan karena mengharap balasan yang lebih. Dalam al-NisÄ’: 161 menjelaskan larangan riba, namun kepada orang-orang Yahudi, bukan orang Mukmin, Ayat ini lebih tepat sebagai ibrah. Ketegasan larangan praktik riba berada di ayat surah al-ImrÄn: 130. Namun larangan yang sifatnya parsial, yaitu larangan mengambil riba yang berlipat-lipat. Lalu pada ayat surah al-Baqarah. Allah menjelaskan ancaman-ancaman bagi orang-orang yang mengambil dan bertransaksi riba, dan kemudian mempertegas keharamannya secara mutlak, baik riba yang sedikit atau yang berlipat-lipat.





