TERM NAFS WAHIDAH QS. AL-NISA' AYAT 1 PERSPEKTIF TABA'TABA'I
Abstract
term Nafs Wa>hidah dalam al-Qur’a>n terdapat beberapa pendapat para mufassir, baik kontemporer maupun klasik, sebagian mufassir ada yang menafsirkan term Nafs Wa>hidah dengan makna A>dam, sebagian yang lain ada yang menafsirkan jenis yang sama. Dari perbedaan penafsiran tersebut dapat dipahami bahwa penafsiran term Nafs Wa>hidah masih debatable apakah Hawa> diciptakan dari tulang rusuk A>dam atau dari tanah, hal ini akan berimplikasi pada eksistensi peremupuan, jika Hawa> di ciptakan dari tulang rusuk Adam maka akan di pahami negative oleh sebagian orang, perempuan hanya sebagai pendamping laki-laki dan di anggap sebagai pelengkap saja dalam kehidupan kaum laki-laki, namun jika Hawa> di ciptakan dari tanah sebagaimana Adam maka eksistensi perempuan sebagai khalifah sama dengan Adam, ekisistensi perempuan tidak lagi di nomorduakan, al-T>{aba’t}aba’i adalah tokoh yang berideologi Shiah, tetapi dalam menafsirkan ayat al-Qura>n berbeda, oleh sebab itu penulis tertarik untuk merumuskan problem akademik dalam penelitian ini Bagaimana penafsiran term Nasf Wa>hidah QS. al-Nisa>’ ayat 1 menurut al-T>{aba’t}aba’i>? Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan, jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dalam menganalisis data, langkah pertama penulis akan mendeskripsikan Term Nafs Wa>hidah, penafsiran tentang Term Nafs Wa>hidah, selanjutnya penulis menfokuskan diri dengan menganalisis ayat-ayat al-Qur’a>n yang membahas Term Nafs Wa>hidah. Akhir dari penelitian ini dalam pandangan T}aba’t}aba’I menfsirkan Nafs Wa>hidah bukan adam, hawa juga ternasuk dari Nafs Wa>hidah karena hawa di ciptakan dari tanah juga.





