MAKNA HAYA’ DALAM SYARAH HADIS IBNHAJAR AL-ASQALANI: STUDI ATAS KITAB FATH AL-BARI

  • Ana Istiana Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan
  • Imroatul Islamia Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan

Abstract

?ay?’ atau rasa malu merupakan salah satu nilai akhlak yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan berkaitan erat dengan kesempurnaan iman. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep ?ay?’ dalam perspektif Ibn ?ajar al-Asqal?n? melalui penjelasannya terhadap hadis-hadis tentang ?ay?’ dalam kitab Fat? al-B?r?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari kitab Fat? al-B?r? bi Shar? ?a??? al-Bukh?r?, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan menelaah penjelasan Ibn ?ajar terhadap makna ?ay?’, kedudukannya sebagai bagian dari iman, serta implikasinya terhadap perilaku manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn ?ajar memandang ?ay?’ sebagai sifat yang mendorong seseorang meninggalkan perbuatan tercela dan mengarahkannya kepada kebaikan. ?ay?’ juga menjadi salah satu indikator kesempurnaan iman karena dapat menjadi penghalang seseorang dari perbuatan maksiat. Namun, rasa malu tidak selalu bernilai positif; ?ay?’ menjadi tercela apabila menyebabkan seseorang enggan menyampaikan kebenaran atau muncul karena kelemahan dan ketidakmampuan. Dengan demikian, konsep ?ay?’ dalam perspektif Ibn ?ajar tidak hanya berkaitan dengan sikap moral, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang berfungsi sebagai pengendali perilaku dan pembentuk akhlak seorang Muslim.

Published
Jul 8, 2025
How to Cite
ISTIANA, Ana; ISLAMIA, Imroatul. MAKNA HAYA’ DALAM SYARAH HADIS IBNHAJAR AL-ASQALANI: STUDI ATAS KITAB FATH AL-BARI. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 441-458, july 2025. ISSN 3025-3241. Available at: <https://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/musnad/article/view/468>. Date accessed: 10 aug. 2026.
Section
Articles