AYAT AYAT SIFAT PERSPEKTIF AL-NAWAWI: STUDI KITAB MARAH LABID

  • Shonhaji Shonhaji Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darusslam Bangkalan, Indonesia
  • M. Tohir Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darusslam Bangkalan, Indonesia

Abstract

Perebutan wacana antar umat Islam tidak bisa lepas dari perkembangan sejarah dari sejak Nabi Muhammad wafat sampai dengan sekarang. Faktor perbedaan tersebut bisa bermacam-macam, ada dari faktor politik, idiologis bahkan metodologi menyimpulan hukum. Salah satu yang paling membekas adalah perdebatan dalam konteks ilmu kalam. Sebuah ilmu kalam tidak hanya membentengi kaum muslim dari musuh-musuh Islam, juga menambahkan keimananan. Objek kajian ilmu kalam dalam al-Quran ialah mengenai ayat-ayat sifat Allah. Menjadi menarik jika dikaji kontestasi ilmu kalam dalam wilayah penafsiran ayat sifat pada kitab tafsir karangan ulama Nusantara, yang dalam hal ini penulis mengambil kajian Shekh Nawawi al-Banteni> a;l-Jawi dalam kitab tafsir Mara>h Labi>d. Melalui metode konten analisis dan pendekatan analisis diskriptif, penulis mendapatkan temuan sebagai berikut. Pertama, Shekh Nawawi al-Banteni> mengikuti madhab khalaf dengan mentakwilkan ayat-ayat sifat. Kedua, aplikasi Shekh Nawawi seperti memaknai ayat istawa pada surah T{aha ayat lima sebagai manifestasi kerajaan dan kata yad pada ayat 10 surah al-Fatah sebagai penolong dan pemberi nikmat.

Published
Jun 14, 2022
How to Cite
SHONHAJI, Shonhaji; TOHIR, M.. AYAT AYAT SIFAT PERSPEKTIF AL-NAWAWI: STUDI KITAB MARAH LABID. Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 46-57, june 2022. ISSN 2685-9467. Available at: <http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/article/view/64>. Date accessed: 14 aug. 2022. doi: http://dx.doi.org/10.56594/althiqah.v5i1.64.
Section
Articles