Pandangan Orientalis Tentang Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam

  • Idris Idris Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto, Indonesia

Abstract

 Pada abad ke-19 merupakan periode ketika orang muslim menghadapi munculnya tantangan dari para sarjana orientalis yang bersikap kritis dalam studi hadis. Adalah Alois Sprenger yang menjadi sarjana Barat pertama yang mengekspresikan skeptisisme tentang rehabilitasi hadis sebagai sumber sejarah. Kemudian muncul Ignaz Goldziher melalui karyanya Muhammedanische Studien, berpendapat bahwa hadis Nabi sesungguhnya merupakan hasil evolusi sosial-historis Islam selama abad kedua Hijriah. Setelah ignaz Goldziher, banyak penganut dari kalangan orientalis yang muncul dalam mengkritisi hadis sebagai salah satu sumber hukum Islam. pandangan orientalis tentang otentitas hadis sebagai sumber hukum, yaitu: (a) hadis merupakan produk buatan kaum muslimin abad kedua dan ketiga Hijriyah yng berupa catatan-catatan perkembangan Islam di bidang sosial, agama, sejarah dan lainnya. (b) Kelangkahan peninggalan hadis bentuk tulisan menunjukkan bahwa hadis tidak dapat dipelihara keaslihannya, (c) Mereka sepakat bahwa eksistensi sunnah Nabi sebagai sumber hukum tidaklah terjadi sejak awal Islam., (d)  Produk hukum Islam baru terbentuk pada abad kedua Hijriyah dan  merupakan hasil dari perkembangan Islam..

Published
Oct 7, 2018
How to Cite
IDRIS, Idris. Pandangan Orientalis Tentang Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam. AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 24-34, oct. 2018. ISSN 2685-9467. Available at: <http://ejurnal.stiuda.ac.id/index.php/althiqah/article/view/2>. Date accessed: 05 dec. 2021.
Section
Articles